ETIKA
KERJA
SEKRETARIS
KANTOR
RIMA NURYANI
Program Studi D3 Administrasi Bisnis
Jurusan Administrasi Niaga - Politeknik Negeri
Bandung
ABSTRACT
Service work on
the administrative profession is not just a desk job but activities both
internal and external communications companies also are responsible. Likewise
with the secretarial work is part of the activities. A secretary must be a man
who has a good personality. Ethics is a guideline sekertais attitudes and
behavior in everyday life, both inside and outside the office. In performing
its duties, the secretary should be served in accordance with the norms and
ethics contained in the ethics of secretary. Office workers, especially the
secretary, is expected to be able to understand the contents of ethics
secretary and implement the best possible way to improve productivity. Ethics
secretary is built upon principles of beauty, equity, goodness, justice,
liberty, truth.
KEYWORDS: Secretary, Secretary Ethics, Secretary Ethical Principles.
ABSTRAK
Pekerjaan
pelayanan pada profesi administrasi tidak hanya pekerjaan di belakang meja akan
tetapi kegiatan komunikasi baik internal maupun eksternal perusahaan juga
menjadi tanggung jawabnya. Begitu juga dengan pekerjaan sekretaris merupakan
bagian dari kegiatannya. Seorang sekertaris haruslah seorang yang memiliki
kepribadian yang baik. Etika sekertais merupakan pedoman sikap dan tingkah laku
dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kantor. Dalam
melaksanakan tugasnya, sekertaris harus bertugas sesuai dengan norma dan
tatakrama yang terkandung dalam etika kerja sekretaris. Pegawai kantor,
khususnya sekertaris, diharapkan dapat memahami isi etika sekertaris dan
melaksanakan dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan produktivitas kerja.
Etika-etika sekertaris dibangun atas prinsip-prinsip beauty, equity, goodness, justice, liberty, truth.
KATA
KUNCI: Sekretaris, Etika Sekretaris, Prinsip-Prinsip Etika Sekretaris.
PENDAHULUAN
Pada era global, dewasa ini tugas
pimpinan semakin luas, sangat beragam, dan sangat kompleks. Dalam melaksanakan
tugas sehari-hari pimpinan dituntut untuk dapat mengetahui situasi dan kondisi
organisasi dalam suatu sistem yang terpadu, dimulai dari level yang terendah
sampai yang tertinggi. Hal ini memberikan konsekuensi bahwa seorang pemimpin
harus cepat tanggap, tepat dalam mengambil keputusan bagi setiap situasi dan
kondisi organisasinya, dapat memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien,
serta harus dapat memahami dan menguasai segala permasalahan yang timbul di
lingkungan organisasinya.
Kehidupan suatu organisasi secara
mendasar sangat ditentukan oleh adanya manusia. Sumber daya manusia merupakan
salah satu dimensi yang sangat penting dan merupakan salah satu faktor
pendukung sekaligus penentu keberhasilan suatu organisasi. Bagaimana pun
baiknya organisasi tidak akan mempunyai arti tanpa kehadiran seorang sekretaris
yang menjadi pusat dan sumber inspirasi dari aktivitas suatu organisas
(Yatimah, 2009:5).
Sekretaris merupakan salah satu faktor
penting yang dapat membantu kemajuan suatu instansi atau perusahaan. Sekretaris
dibutuhkan untuk membantu meringankan tugas-tugas dan beban pimpinan, terutama
tugas-tugas yang bersifat rutin dan operasional (Ernawati, 2004:9).
Sekretaris
berfungsi membantu pimpinan dalam memulai sampai menuntaskan suatu pekerjaan.
Sekretaris harus mampu membantu mengatasi kesibukan dan kesulitan pimpinan,
termasuk membantu mencari cara yang lebih baik dan efisien serta cara
penyederhanaan penyelesaian suatu pekerjaan. Sekretaris harus pula selalu siap
sedia membantu pimpinan dan mengertikeinginan pimpinan, juga dapat meringankan
beban pimpinan dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi pimpinan.
(Ernawati, 2004:11)
Peranan sekretaris sangat penting dalam
suatu kantor atau perusahaan, maka penulis tertarik untuk mengkaji judul “Etika Kerja Sekretaris Kantor”.
DEFINISI ETIKA
DAN MORAL
1.
Etika
Secara etimologi
(asal kata) istilah etika berasal dari bahasa latin “eticius” dan dalam bahasa
yunani “ethicos” atau “ethos” yang
berarti kebiasaan atau dalam bentuk jamaknya “ta etha” yang berarti juga adat
istiadat. Dengan demikian menurut pengertian yang asli dikatakan yang baik itu
apabila sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Kemudian lambat laun pengertian ini
berubah, bahwa yang dimaksud dengan etika adalah suatu ilmu yang membicarakan
masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat dinilai baik dan
mana yang dapat dinilai tidak baik (Wursato, 1987). Sedangkan menurut Keraf
(1998) membagi pengertian etika kedalam dua pengertian. Pertama, bahwa pengertian
etika sama dengan pengertian moral yaitu sistem nilai tentang bagaimana manusia
harus hidup baik sebagai manusia yang telah diinstitusionalkan dalam sebuah
adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang ajek dan
terulang dalam kurun waktu yang lama sebagaimana layaknya sebuah kebiasaan.
Kedua, yang dimaksud etika adalah filsafat moral atau ilmu yang membahas
dan mengkaji nilai dan norma yang
diberikan oleh moralitas dan etika dalam pengertian diatas.
2.
Moral
Moral berasal
dari kata mos (tunggal) dan mores (jamak) dalam bahasa latin yang artinya
kebiasaan atau cara hidup. Menurut Wursanto (1987) yang dimaksud moral adalah aturan
kesusilaan yang meliputi semua norma untuk kelakuan, perbuatan, dan tingkah
laku yang baik. Kata susila berasal dari bahasa sangsakerta, su berarti lebih
baik dan sila berarti dasar-dasar, prinsip-prinsip, atau peraturan-peraturan
hidup. Jadi, susila berarti peraturan-peraturan hidup yang lebih baik.
PENGERTIAN
SEKRETARIS
Kata “sekretaris” atau dalam bahasa Inggris
“secretary” berasal dari bahasa Latin
yaitu “secretarius” yang berarti
orang yang dipercaya menyimpan rahasia. Dengan demikian,
yang dimaksud dengan sekretaris adalah pembantu seorang pimpinan yang mempunyai
tugas menerima dikte, menyiapkan surat-menyurat, menerima tamu, memeriksa dan
mengingatkan pimpinan atas kewajibannya dan melakukan tugas lain yang ada
hubungannya dengan meningkatan evektivitas pimpinan. (Sutiyoso, 1979:5).
Pengertian sekretaris menurut Sutarto (1992:10),
seseorang yang tidak hanya sekedar menerima menerima perintah pimpinan
melainkan juga membantu secara aktif dengan jalan melakukan pola perbuatan
menejer yang meliputi perencanaan, pembuatan keputusan, pengarahan, pengkoordinasian,
pengontrolan dan penyempurnaan”.
Pengertian
sekretaris menurut Louis C. Nanassy and William Selden yang dikutip oleh
Sutarto (1992:3) berpendapat bahwa:
“secretary: An office empplloyee who a more
responsibe position than a stenograper and whose duties usually include incude
talking and transcribing dictation, dealling with the pubblic by answering the
telephone, meeting callers, and making appoointments and maintaining or filing
records, letters, etc. A secretary freuentlly acts as an administrative
assistant or junior executive.” (sekretaris: seorang pegawai kantor
yang memiliki kedudukan yang lebih bertanggungjawab daripada seorang
stenographer dan tugas-tugasnya biasanya melliputi pengambilan dan penyalinan
dikte, berhubungan dengan publik untuk menjawab telepon, mengundang pertemuan,
membuat perjanjian dan memelihara atau mengarsip warkat-warkat, surat-surat dan
lain-lain. Seorang sekretaris sering bertindak sebagai seorang pembantu
administrasi atau pimpinan muda.)
Pengertian sekretaris menurut Betty
Hutchinson and Carol Milano, yang dikutip oleh Ursula Ernawati (2004: 1) bahwa:
”A Secretary is a professional. As a professional,
you may want to perform the many and varied responsibilities of secretarial
work with competence, confidence, and style”. (yang berarti: seorang
sekretaris adalah seorang yang profesional. Sebagai profesional, diharapkan
menampilkan aneka macam tanggung jawab tugas kesekretarisannya dengan penuh
kompentensi, dapat dipercaya dan berkepribadian).
Pengertian sekretaris menurut
Profesional Sekretaries International (PSI) yang dikutip oleh Ursula Ernawati
(2004:2) bahwa:
”A Secretary shall be defined as an executive who prossesed
a nmastery of office skills, demonstrates the ability to assume responsibility
without direction or supervision, exereises initiative and judgement, and makes
decisions within the scope of assigned authority.” (yang berarti:
seorang sekretaris adalah asisten pimpinan yang memiliki keahlian mengurus
kantor, menampilkan kemampuan, menerima tanggung jawab tanpa diarahkan atau
diawasi, berinisiatif dengan penuh pertimbangan serta mengambil keputusan
sesuai dengan lingkup wewenang tugasnya).
Dari beberapa pendapat para ahli diatas
yang menjelaskan pengertian sekretaris dapat disimpulkan bahwa pengertian
sekretaris pada hakikatnya adalah seseorang yang membantu pimpinan dalam
menjalankan tugas-tugasnya, yang meliputi kegiatan mencatat dan menulis dari suatu
kegiatan perkantoran.
MACAM-MACAM
SEKRETARIS
Hendarto (2004:8) menyatakan bahwa pada prinsipnya terdapat dua jenis sekretaris, yaitu:
1.
Sekretaris
Pribadi, yaitu sekretaris pembantu perseorangan. Jika ia digaji oleh orang
perorangan, misalnya sekretaris seorang artis, ia disebut Private Secretary, sementara bila ia dibayar oleh perusahaan,
disebut Personal Secretary.
2.
Sekretaris
Perusahaan/Sekretaris Eksekutif, yaitu sekretaris yang dalam perusahaan
mengepalai suatu unit khusus (Sekretariat).
Sekretaris yang sudah menduduki jabatan ini biasanya mempunyai
pengalaman cukup lama sebagai senior sekretaris dan memiliki
kelebihan-kelebihan tersendiri, mengingat ia adalah manajer untuk unitnya,
mempunyai bawahan yang kerap harus membuat suatu policy untuk keseluruhan
pekerjaan kesekretarisan di perusahaan.
Yatimah (2009:35) menyatakan bahwa terdapat dua macam sekretaris berdasarkan luas ruang lingkup tanggung jawabnya, yaitu:
1.
Sekretaris
Organisasi (executive secretary)
Seorang yang memimpin suatu sekretariat
dari suatu perusahaan atau sekretariat dari suatu instansi pemerintah tertentu,
dengan fungsi utama yaitu mengoordinasikan seluruh pelayanan administrasi yang
menunjang kegiatan operasional perusahaan.
Ciri-ciri sekretaris organisasi:
a.
Memiliki
suatu unit kerja
b.
Memiliki
wewenang membantu melaksanakan fungsi manajemen
c.
Bertanggung
jawab langsung kepada pimpinan puncak
2.
Sekretaris
Pribadi (private secretary) dan
Sekretaris Pimpinan
Sekretaris pribadi tidak berstatus sebagai
manajer, walaupun dia harus menjalankan manajemen terhadap bawahannya. Dia
merupakan pembantu pimpinan dengan tugas utama melaksanakan tugas-tugas dari
pimpinan yang bersifat pribadi.
Ciri-ciri sekretaris pribadi antara
lain:
a.
Seorang
pelaksana, bukan seorang pimpinan
b.
Tidak
memiliki wewenang menentukan kebijakan
c.
Tugasnya
terbatas pada penyelenggaraan administrasi dan kegiatan perkantoran.
d.
Bertanggung
jawab kepada pimpinan tertentu
Sekretaris pimpinan merupakan seseorang pembantu pimpinan tertentu, dengan fungsi utama
melaksanakan kegiatan administrasi dan tugas perkantoran untuk kelancaran kegiatan manajerial
pimpinan.
Sekretaris pimpinan merupakan seseorang pembantu pimpinan tertentu, dengan fungsi utama
melaksanakan kegiatan administrasi dan tugas perkantoran untuk kelancaran kegiatan manajerial
pimpinan.
Nuraeni (2008:5) menyatakan bahwa
macam-macam sekretaris berdasarkan kemampuan dan pengalaman kerja sekretaris
dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1.
Sekretaris
Senior (senior secretary)
Sekretaris senior adalah sekretaris yang
sudah memiliki banyak pengalaman dan dapat menyelesaikan sendiri masalah yang
timbul saat melakukan pekerjaannya.
2.
Sekretaris
Yunior (junior Secretary)
Sekretaris yunior adalah sekretaris yang
baru memulai kariernya atau baru bekerja dan belum mempunyai banyak pengalaman.
Sekretaris yunior perlu banyak belajar dan bimbingan dari seorang sekretaris
senior untuk memperoleh tambahan ilmu dan pengalaman.
TUGAS SEKRETARIS
Tugas sekretaris tidak hanya membantu
meringankan tugas pimpinan, namun seorang sekretaris juga dituntut untuk mampu
dan berkompeten dalam mengerjakan tugas-tugas kesekretariatannya, seperti dalam
hal korespondensi, kearsipan dan penyelenggaraan rapat. Semua itu juga
merupakan tugas sekretaris. Dibawah ini adalah pengertian tugas sekretaris
menurut Saiman (2002:40), Tugas sekretaris dalam arti sempit adalah sebagai
sebagai orang yang dipercaya oleh pimpinan untuk menyimpan rahasia pimpinan.
Sedangkan tugas sekretaris dalam arti luas adalah pelaksanaan tugas-tugas yang
bersifat membantu menejer atau pimpinan untuk menjalankan roda organisasi,
lembaga maupun kantor.
Menurut Organisasi Ikatan Sekretaris
Indonesia (ISI) ruang lingkup tugas sekretaris, yaitu:
1.
Tugas-tugas
Rutin
Tugas-tugas rutin yaitu tugas-tugas yang
dikerjakan setiap hari tanpa perintah. Tugas ini meliputi:
a.
Membuka
surat.
b.
Menerima
dikte.
c.
Menerima
tamu
d.
Menerima
telepon.
e.
Menyimpan
arsip/surat.
f.
Menyusun
dan membuat jadwal kegiatan pimpinan.
2.
Tugas-tugas
Khusus
Tugas-tugas khusus yaitu tugas yang
diperintahkan langsung oleh pimpinan kepada sekretaris dengan penyelesaiannya
secara khusus. Tugas ini diberikan karena adanya unsur kepercayaan bahwa tugas
sekretaris mampu menyimpan rahasia perusahaan. Tugas ini meliputi:
a.
Mengonsep
surat perjanjian kerjasama dengan relasi atau instansi luar.
b.
Menyusun
surat rahasia (confidential).
c.
Menyusun
acara pertemuan bisnis.
d.
Pembelian
kado atau cindera mata.
3.
Tugas-tugas
istimewa
Tugas-tugas istimewa yaitu tugas yang
menyangkut keperluan pimpinan, antara lain:
a.
Membetulkan
letak atau posisi alat tulis pimpinan serta perlengkapan yang diperlukan.
b.
Bertindak
sebagai penghubung untuk meneruskan informasi kepada relasi.
c.
Mewakili
seseorang menerima sumbangan untuk dana atau keperluan kegiatan lainnya.
d.
Mengingatkan
pimpinan membayar iuran atau asuransi dari suatu badan atau instansi.
e.
Memeriksa
hasil pengumpulan dana atau uang muka dari instansi yang diberikan sebagai dana
kesejahteraan.
f.
Menghadiri
rapat-rapat dinas, sebagai pendamping pimpinan selama mengadakan pertemuan
bisnis.
g.
Mengadakan
pemeriksaan peralatan kantor, mana yang perlu diperbaiki dan mana yang tidak
perlu diperbaiki atau penambahan alat-alat dan sarana kantor.
Menurut M. Braum dan Ramon C. dari
Portugal Tugas dan tanggung jawab sekretaris tidaklah sama persis tetapi dapat
dikelompokkan sebagai berikut:
1.
Merencanakan
pekerjaan.
2.
Menerima
tamu.
3.
Mengurus
surat masuk dan surat keluar.
4.
Menyiapkan
pertemuan atau konferensi, dan lain-lain.
Menurut (Sutarto: 1992), Tanggung Jawab
Sekretaris selain sekretaris bertanggung jawab atas pekerjaannya ada tanggung
jawab lain yang harus dilaksanakan yaitu:
1.
Personal
Responsibility
(Tanggung Jawab Individu)
Sekretaris bertanggung jawab terhadap
performansi diri sendiri dan upaya pengembangan ke arah yang lebih berkualitas.
Dengan “mengelola” diri sendiri supaya dapat tampil dengan performansi prima
dalam pelaksanaan tugas pokok sehari-hari, antara lain:
a.
Mempermudah
dan memperlancar kerja pimpinan melalui pengaturan waktu dan distribusi
informasi yang efisien.
b.
Mendistribusikan
informasi dari kantor pimpinan secara jelas dan akurat.
c.
Mendukung
kelancaran alur kerja antara kantor pimpinan dengan bagian-bagian lainnya.
d.
Memberikan
peluang kepada pimpinan untuk lebih berfokus pada hal-hal strategis dan
memiliki dampak jangka panjang.
e.
Memberikan
masukan positif dan inisiatif untuk perbaikan perusahaan
2.
Internal
Responsibility
(Tanggung Jawab Dalam)
Sekretaris bertanggung jawab terhadap
upaya pencapaian superioritas kinerja kantor dan pengaruhnya terhadap kinerja
perusahaan. Tanggung jawab ini terwujud melalui aktivitas:
a.
Mengelola
sumber daya kantor termasuk keuangan.
b.
Menciptakan
suasana (fisik dan mental) yang mendukung kelancaran kerja
c.
Mendukung
penciptaan budaya kerja yang positif.
d.
Membantu
menciptakan “kelompok informal positif” di lingkungan perusahaan.
e.
Mengelola
anak buah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja di kantor.
3.
Networking Responsibility (Tanggung Jawab
Cabang Perusahaan)
Tanggung jawab sekretaris untuk
meluaskan wawasan dan jalinan perusahaan dengan tujuan peningkatan daya saing.
Perwujudannya adalah melalui upaya memperluas network perusahaan, mengatur dan
mengawasi pelaksanaan acara-acara formal dan informal yang diselenggarakan oleh
kantor dalam kaitannya dengan upaya mempertahankan dan berpartisipasi dalam mengembangkan
citra perusahaan. (A.B Susanto, 1997: 14-15)
FUNGSI
SEKRETARIS
Pada dasarnya fungsi sekretaris yaitu
sebagai pembantu pimpinan dalam suatu perusahaan. Meskipun fungsi sekretaris
hanya sebagai pembantu pimpinan namun sama sekali tidak berarti bahwa fungsi
tersebut tidak penting. Walaupun hanya mengenai persoalan kecil, tetapi apabila
dikerjakan sendiri oleh pimpinan akan membuat pekerjaan semakin menumpuk
(Sutiyoso, 1979:21). Fungsi
sekretaris menurut Ursula (2004:9) adalah:
1.
Membantu
meringankan tugas-tugas pimpinan
Fungsi membantu meringankan tugas-tugas
pimpinan sedapat mungkin sekretaris harus mengambil alih tugas-tugas yang
bersifat detail dari pimpinan, sehingga pimpinan tidak perlu memikirkan hal-hal
kecil yang telah didelegasikannya kepada sekretaris. Begitu pula
keputusan-keputusan yang akan dibuat oleh pimpinan sebagian besar harus
ditindak lanjuti oleh sekretaris. Ada bagian dari keputusan pimpinan harus
dikomunikasikan oleh sekretaris kepada pejabat lain yang relevan untuk
diselesaikan, adapula yang harus diselesaikan sekretaris secara tuntas.
2.
Menangani
informasi untuk pimpinan
Fungsi sekretaris dalam menangani
informasi adalah membantu pimpinan agar berhasil mencapai tujuan organisasi
dengan cara memberikan informasi yang dibutuhkan pimpinan serta membantu
pimpinan dalam melaksanakan tugas menejerialnya berdasarkan informasi yang
diterima, yang kemudian sekretaris melaksanakan tindak lanjut dari keputusan
yang telah dibuat pimpinannya. Adapun informasi yang dibutuhkan untuk membuat
keputusan yang baik harus memenuhi syarat yaitu, lengkap, relevan, mutahir dan
benar. Untuk itu, sekretaris dalam penanganan informasi harus berpedoman pada
syarat diatas. Sekretaris juga harus selalu mencari tahu informasi tentang
peristiwa atau hal-hal yang sedang terjadi dalam perusahaan, disini sekretaris
harus bertindak sebagai mata dan telinga dari pimpinan dan sekretaris harus
senantiasa menyampaikan informasi-informasi yang sedang hangat dalam masyarakat
yang sekaligus relevan dengan tugas pimpinan atau kepentingan perusahaan. Untuk
kepentingan seperti inilah, maka sekretaris harus rajin membaca surat kabar,
majalah, mendengarkan radio atau menonton televisi untuk mendapat informasi
terkini. Meliputi membuat kliping dan artikel, berita atau informasi dari media
cetak, untuk disajikan kepada pimpinan, bila perlu diarsipkan kliping secara
baik agar mudah ditemukan kembali bila suatu saat diperlukan.
3.
Menjadi
jembatan penghubung
Harus mampu menetapkan prioritas kerja,
seperti tugas yang mendesak harus didahulukan dan tugas yang dapat ditunda
dahulu. Biasakan diri menganalisa pekerjaan, bila ada berbagai tugas penting,
maka seorang sekretaris harus pandai menyusun prioritasnya. Sekretaris dalam
fungsinya sebagai jembatan penghubung antara pimpinan dengan pihak-pihak yang
berkepentingan dengan pimpinan, perlu membina dan menjaga hubungan baik yang
dapat meningkatkan citra perusahaan. Sekretaris menjalankan tugas sebagai Public Relations Officer, tugasnya yaitu
untuk menyampaikan informasi yang jelas dan lengkap tentang perusahaan. Seorang
sekretrais harus menjaga kredibilitas dan reputasi pimpinan dan perusahaan,
maka sekretaris wajib meluruskan persepsi yang keliruitu. Sekretaris perlu
tampil rapi dan meyakinkan. Seorang sekretaris akan bertemu dengan setiap orang
yang akan berhubungan dengan pimpinannya. Para tamu akan memperoleh kesan baik
terhadap reputasi dan kredibilitas pimpinan melalui penampilan, sikap dan tutur
kata sekretarisnya. Sekretrais sering disebut sebagai cermin perusahaan, untuk
itu sekretaris harus melatih diri untuk tangkas, taktis dan ramah sekaligus
lugas dalam melayani tamu perusahaan, untuk itu sekretaris harus melatih diri
untuk tangkas, taktis dan ramah sekaligus lugas dalam melayani tamu.
PENAMPILAN
SEKRETARIS
Image merupakan
lukisan diri yang ditampilkan kepada orang lain. Keahlian atau keterampilan
yang baik dan kualitas kerja yang tingi memang sangat dibutuhkan, akan tetapi
kesan yang buruk bisa menutupi keahlian anda yang paling sempurna sekalipun.
Profesi sekretaris merupakan salah satu
profesi yang mengutamakan penampilan. Memang kecantikan bukanlah syarat mutlak,
akan tetapi sekretaris harus tahu bagaimana cara harus menampilkan diri.
Bagaimana cara duduk, berbicara, berjalan, berdiri, berpakaian dan merias diri.
Respon positif atau negatif tergantung dari image yang disampaikan, misalanya
melalui cara berpakaian, sikap dan perbuatan, sopan santun dan lain-lain.
Penampilan sekretaris menurut Hendarto
Hartiti dan Tulus Haryono (2002:23) yaitu:
1.
Menjaga
kesehatan dengan membiasakan hidup dan makan yang sehat.
2.
Tampil
dengan menarik
Kepribadian seseorang terpancar melalui
penampilan (appearance), yaitu keadaan lahiriah yang dapat dilihat oleh orang
lain. Untuk itu sekretaris harus memperhatikan penampilan agar selaulu berpenampilan
menarik. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan oleh seorang sekretaris.
a.
Rambut
Rambut harus selalu dalam keadaan bersih
dan tertata rapi dengan model yang sederhana. Keramaslah dengan selang waktu
normal. Rambut yang panjang membutuhkan perawatan ekstra, tetapi apabila cocok
dengan rambut panjang, jangan terlalu ikut-ikutan mode pendek yang sedang In.
tetapi rambut panjang jangan sampai mengganggu pekerjaan. Sesuaikan model
rambut dengan raut muka dan gunakan moel rambut yang bisa mencerminkan rasa
percaya diri dan keprofesionalan.
b.
Kulit
Kulit harus bersih dan bebas penyakit.
Jika kulit wajah dan tubuh sehat, penampialan akan terlihat segar dan sempurna
walaupun tanpa make up. Kulit yang bersih juga terhindar dari bau badan yang
menyengat.
c.
Make Up
Make Up bukan hanya
rias wajah, melainkan mencankup perawatan kulit muka agar bersih dan
berseri-seri. Penggunaan bahan make up yang cocok merupakan perawatan dasar
wajah. Biasakan dengan satu jenis merk make up sehingga wajah tidak rusak,
karena kulit harus terus menerus menyesuaikan diri dengan produk make up yang
baru. Merias wajah harus dilakukan sewajar mungkin (natural) sesuai dengan
jabatan. Jangan berdandan terlalu menor, namun jangan juga melupakan riasan
sehingga wajah terlihat sangat pucat. Sekretaris wajib mengetahui cara merawat
dan menata rias wajah secara tepat dan benar. Sebenarnya tanpa memoles Make up,
seseorang dapat tetap memperlihatkan kecantikannya, yaitu dengan menumbuhkan
citra diri yang positif. Citra diri adalah konsep sendiri tentang dirinya,
identitas, kemampuan, dan martabatnya. Kecantikan diri dari dalam bersinar
lebih cemerlang dari pada kecantikan hasil polesan semata. Yang lebih penting
adalah citra positif mampu untuk berpikir positif dan pada akhirnya.
d.
Pakaian
Walaupun model pakaian berubah-ubah,
hendaklah pakaian yang digunakan cocok untuk bekerja dan pekerjan yang
dijalankan. Salah satu tuntutan profesi sekretaris untuk selalu bekerja cepat,
lebih baik diantisipasi dengan pakaian yang praktis. Pilihlah pakaian yang
pantas dan membuat percaya diri, menarik, cocok dengan bentuk dan tinggi tubuh
dan serasi dengan warna kulit. Pakaian tidak harus selalu dari produk-produk
yang ternama, akan tetapi hendaknya yang terlihat berkualitas. Yang terpenting
sekretaris perlu memperhatikan pengaturan perpanduan warna, mempunyai cita rasa
(taste) yang baik agar dengan pakaian tersebut dapat mengubah penampilan
menjadi lebih baik.
e.
Sepatu
Lebih baik tidak memakai sepatu sandal
atau sepatu yang tidak berhak. Sepatu yang bertumit tinggi lebih bagus di
pandang dan membuat figur tubuh lebih tegap sewaktu berjalan. Perencanaan
pemakaian sepatu juga perlu dilakukan. Apakah sepatu yang akan dipakai masih
dalam keadaan baik, solnya, atau kulitnya. Apakah telah disemir dan telah
sesuai warnanya dengan pakaian yang akan dipakai.
f.
Perhiasan
Jangan memakai semua perhiasan yang anda
miliki, secukupnya saja, yang wajar dan tidak perlu berharga mahal. Selain jam
tangan, anting, atau giwang merupakan perhiasan yang selayaknya.
g.
Parfum
Dalam kehidupan kantor, parfum memegang
peranan yang lebih dominan dari pada asesori/perhiasan. Pilihlah parfum yang
cocok dengan kepribadian dan tentu saja yang aromanya tidak terlalu menyengat.
Sopan
santun yang berhubungan dengan penampilan
yang wajib diperhatikan
dalam lingkungan kerja sekretaris, yaitu:
1. Jangan
berpakaian terlalu terbuka atau menerawang. Jangan juga berseksi-seksi dengan
rok yang terlalu pendek.
2.
Jangan
bermake up atau membetulkan make up di meja, lakukanlah di toilet.
3. Jangan
melepas sepatu ketika bekerja, apalagi berjalan ke meja lain. Sangat tidak di
anjurkan mengganti sepatu dengan sandal dan kemudian mempergunakannya sambil
berjalan-jalan di sekitar kantor.
SYARAT DAN
KEPRIBADIAN SEKERTARIS
1.
Syarat
Seorang Sekretaris
Syarat-syarat
sekertaris menurut Yatimah (2010), Syarat dasar yang harus dimiliki sekertaris
adalah sebagai berikut:
a. Berpendidikan
setidaknya tamat SMA ditambah pendidikan sekertaris mempunyai kemampuan kerja
sebagai sekertaris, yaitu terampil dalam hal mengetik, korespondensi, mengerti
berbagai mesin kantor, menyusun laporan, dan sebagainya.
b. Memiliki
pengetahuan umum tentang pekerjaan sekertaris, misalnya organisasi, manajemen
perusahaan, masalah niaga, dan sebagainya.
perusahaan, masalah niaga, dan sebagainya.
c. Menguasai
bahasa Indonesia yang baik dan benar, bahasa inggris, dan bahasa asing lainnya
yang diperlukan.
Selain
syarat-syarat tersebut diatas ada juga yang berpedapat bahwa syarat sekertaris
adalah sebagai berikut:
1. Syarat pengetahuan
2. Syarat pengetahuan yang dimaksud adalah pengetahuan di bidang sekertaris. Syarat
pengetahuan ini biasanya saat ini masih di ukur dari pendidikan.
3. Syarat keterampilan
Keterampilan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Syarat pengetahuan
2. Syarat pengetahuan yang dimaksud adalah pengetahuan di bidang sekertaris. Syarat
pengetahuan ini biasanya saat ini masih di ukur dari pendidikan.
3. Syarat keterampilan
Keterampilan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Ø Kemampuan bahasa
indonesia dan bahasa asing
Ø Pengusaan
teknologi
Ø Keterampilan
mengelola Sumber Daya Manusia (SDM)
Ø Penguasaan
komputer
Ø Pengelolaan
keuangan
Ø Kemampuan
memecahkan masalah
2.
Kepribadian
sekertaris
Kepribadian
dapat diartikan sebagai pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan, dan
kebiasaan seseorang, baik dari segi jasmani, mental, rohani maupun emosi, yang
ditata dalam cara yang khas dengan mendapat pengaruh dari luar. Kepribadian
sekertaris berarti seluruh perbuatan menyangkut kemempuan dan kebiasaan yang
tercermin pada tingkah laku seorang sekertaris selama dia bekerja (Yatimah,
2010). Karakter sekretaris seyogianya memiliki beberapa karakteristik sebagai
berikut:
a.
Loyalitas
Loyalitas merupakan perasaan yang
berwujud kesetiaan terhadap organisasi dan pekerjaannya sehingga merasa
memiliki, menjaga nama baik organisasi dan jika perlu, membela organisasi.
b.
Ketekunan
dan kerajinan
Seorang sekertaris harus tekun dan rajin
dalam melakukan pekerjaannya karena biasanya pekerjaan kantor berangkai. Bila
tidak tekun dan rajin, penyelesaian tugas berikutnya akan terhambat. Akibatnya
dapat menimbulkan kerugian bagi organisasi.
c.
Kesabaran
Tugas sekertaris banyak berhubungan
dengan pelayanan terhadap pekerjaan operasional yang selalu membutuhkan
bantuan informasi dan administrasi
lainnya, maka ia harus memiliki sifat sabar. Sifat sabar yang dimaksud berarti
ulet dan tidak cepat putus asa dalam melaksanakan pekerjaan
d.
Kerapian
Kerapian merupakan tanda bahwa pekerjaan
ditata dengan baik. Selain kerapian dalam pekerjaan, kerapian dalam penampilan
pun penting untuk diperhatikan.
e.
Dapat
menyimpan rahasia
Seorang sekertaris, selain membantu
pimpinan, adalah menyimpan rahasia. Sebagai tangan kanan pimpinan, ia dituntut
untuk menyimpan rahasia karena kalau terjadi kebocoran dapat menimbulkan
kerugian bagi organisasi. Terlebih bila kebocoran tersebut sampai kepada
organisasi atau perusahaan pesaing.
PENGERTIAN ETIKA
SEKERTARIS
Etika sekertaris adalah sekumpulan
norma, nilai, kaidah, dan ukuran yang diterima dan ditaati oleh sekertaris
berupa peraturan dan hal-hal yang sudah merupakan kebiasaan (yang baik), dan
dianggap sudah diketahui dan perlu untuk harus dilaksanakan (Yatimah, 2010).
Etika sekertaris merupakan pedoman sikap
dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar
kantor. Dalam melaksanakan tugasnya, sekertaris harus bertugas sesuai dengan
norma dan tatakrama yang terkandung dalam etika kepegawaian. Pegawai kantor,
khususnya sekertaris, diharapkan dapat memahami isi etika sekertaris dan
melaksanakan dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan produktivitas kerja.
Menurut Sedarmayanti (1997), etika
sekretaris adalah norma-norma, kaidah-kaidah, ukuran-ukuran yang diterima dan
ditaati oleh sekretaris, yang berupa peraturan-peraturan atau hal-hal yang
sudah merupakan kebiasaan yang baik dan dianggap sudah diketahui dan perlu atau
harus dilakukan.
Adapun tujuan pemahaman dan penghayatan
etika sekertaris adalah mengatur tata krama dan aktivitas seorang sekertaris
yang profesional. Etika sekertaris harus terwujud dalam tingkah laku
sehari-hari, diantanya berkelakukan baik, rajin, taat, setia, dan sopan-santun,
serta menjaga, memelihara, mempertahankan, dan membela keamanan dan rahasia
perusahaan. Baik-buruknya citra sekertaris dan perusahaan bergantung pada
cerminan etika sekertaris. Jika mampunyai etika yang baik, didalam maupun
diluar perusahaan, sekertaris akan memberikan kesan yang baik dan simpatik
secara pribadi maupn perusahaan tempat bekerja.
PRINSIP-PRINSIP
ETIKA SEKERTARIS
Dalam modul “Etika Birokrasi” (The Liang
Gie, 1987) bahwa dalam sejarah peradaban manusia sejak abad ke-4 Sebelum
Masehi, para pemikir telah mencoba menjabarkan berbagai corak landasan etika
sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Dalam hubungan itu sedikitnya terdapat 120
macam ‘ide agung’ (great ideas) yang merupakan landasan moralitas manusia,
seluruh gagasan atau ide agung tersebut diringkas menjadi 6 prinsip yang kemudian
dijadikan landasan prinsipil dari etika. Prinsip-prinsip tersebut adalah
sebagai berikut:
1.
Prinsip keindahan (beauty)
Prinsip ini mendasari segala sesuatu
yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Dengan demikian,
berdasarkan prisnsip ini, etika manusia adalah berkaitan atau memperhatikan
nilai-nilai keindahan. Itulah sebabnya, seseorang memerlukan penampilan yang
serasi dan indah atau enak dipandang dalam berpakaian dan menggunakannya pada
waktu yang tepat. Tidak etis jika seseorang memakai pakaian olah raga pada jam
kerja, atau tidak sepatutnya seseorang menghadapi tamunya dengan pakaian tidur.
Etika dalam pengelolaan kantor yang dilandasi nilai-nilai estetika, antara lain
diwujudkan dengan perencanaan tata ruang, furnitur, dan hiasan-hiasan dinding,
serta aksesoris lainnya yang bersifat ergonomis dan menarik, shingg membuat
orang bersemangat tinggi dalam bekerja.
2.
Prinsip persamaan (equity)
Hakikat kemanusiaan menghendaki adanya
persamaan antara manusia yang satu dengan dengan manusia yang lainnya. Setiap
manusia yang lahir di bumi ini memiliki hak dan kewajiban masing-masing, dan
pada dasarnya adalah sama atau sederajat. Konsekuensi dari ajaran persamaan ras
juga menuntut persamaan diantara beraneka ragam etnis. Watak, karakter, atau
pandangan hidup masing-masing etnis di dunia ini memang berlainan, namun
kedudukannya sebagai suatu kelompok masyarakat adalah sama. Etika yang
dilandasi oleh prinsip persamaan (equity) ini dapat menghilangkan perilaku
diskriminatif, yang membeda-bedakan dalam berbagai aspek interaksi antar
manusia.
3.
Prinsip kebaikan (goodness)
Secara umum, kebaikan berarti sifat atau
karakteristik dari suatu yang menimbulkan pujian. Perkataan baik (good)
mengandung sifat seperti persetujuan, pujian, keunggulan, kekaguman, atau
ketepatan. Dengan demikian, prinsip kebaikan sangatlah erat kaitannya dengan
hasrat dan cita seseorang. Apabila seseorang menginginkan kebaikan dari suatu
ilmu pengetahuan, misalnya ia akan mengandalkan objectivitas ilmiah,
kemanfaatan pengetahuan, rasionalitas, dan sebagainya. Adapun jika seseoranga
menginginkan kebaikan tatanan sosial, yang diperlukan adalah sikap-sikap sadar
hukum, saling menghormati, berperilaku baik (good habits), hormat-menghormati,
berbuat baik kepada orang lain, berkasih sayang, dan sebagainya.
4.
Prinsip keadilan (justice)
Keadilan merupakan kemauan yang tetap
dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang yang mesti diperolehnya.
5.
Prinsip kebebasan (liberty)
Kebebasan dapat diartikan sebagai
keleluasan untuk bertindak atau tidak bertindak berdasarkan pilihan yang
tersedia bagi seseorang. Kebebasan muncul dari doktrin bahwa setiap orang
memiliki hidupnya sendiri serta memiliki hak untuk bertindak manurut pilihannya
sendiri, kecuali jika pilihan tindakan tersebut melanggar kebebasan yang sama
dari orang lain.
6.
Prinsip kebenaran (truth)
Kebenaran dapat diartikan sebagai
keadaan (hal) yang cocok dengan keadaan yang sesungguhnya. Seorang sekertaris
harus menerapkan prinsip kebenaran dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Misalnya,
kebenaran dalam pembuatan laporan kepada pimpinan. Ia tidak memberikan laporan
yang mengada-ada agar ia mendapat pujian dari pimpinan. Keenam ide agung atau
prinsip-prinsip etika, menjadi prasyarat dasar bagi pengembangan nilai-nilai
etika atau kode etik dalam hubungan antarmanusia, manusia dan masyarakat, dan
sebagainya. Dengan perkataan lain, serangkaian etika yang disusun sebagai
aturan hukum yang mengatur jalan hidup dan kehidupan manusia, masyarakat,
organisasi, instansi, dan sebagainya harus dapat menjamin terciptanya
keindahan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran bagi setiap orang.
Sesuai dengan enam prinsip etika,
prinsip etika sekertaris berkaitan erat dengan berbagai hal yang mendukung
terwujudnya kinerja sekertaris yang memiliki nilai dan norma kebaikan,
kesamaan, keindahan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.
ETIKA KERJA
SEKRETARIS
Sebagaimana diuranikan di atas, etika
sangat erat kaitanya dengan nilai-nilai dan pola perilaku dari setiap individu.
Sementara perhatian dan rasa terhadap nilai-nilai dari diri individu ditentukan
oleh latar belakang sejarah, budaya, dan perkembangan kondisi sosial dan
lingkungan tempat individu tersebut tumbuh dan berkembang.
Menurut Ursula (2003), etika profesi
sekertaris mencakup hal-hal sebagai berikut.
a.
Selalu
berdisiplin dalam tindakannya
b.
Solider
dan tenggang rasa
c.
Berempati
pada orang lain
d.
Terbuka
e.
Tidak
melakukan perbuatan tercela
f.
Menjadi
trouble shooter (penyelesaian
masalah) dan bukan trouble maker (pembuat masalah)
g.
Menciptakan
suasana yang menggembirakan
Ursula (2003) juga menyebutkan hal yang
harus dihindari adalah:
a.
Berkelompok
b.
Datang
terlambat
c.
Sering
absen
d.
Bersantai-santai
atau melalaikan tugas
e.
Sering
memakai telepon kantor demi kepentingan pribadi
f.
Menunda-nunda
pekerjaan
g.
Menjilat
atasan
h.
Memakai
jam kerja untuk bersenda gurau
i.
Memakai
fasilitas kantor demi kepentingan pribadi.
PENUTUP
Peranan seorang sekretaris adalah
sebagai assistant atau tangan kanan pimpinan, pemegang rahasia terbaik dalam
perusahaan, sebagai beranda perusahaan, sebagai penghubung pimpinan dengan
pihak luar, perawat atau pelindung bagi pimpinan, jadi sangat diperlukan
seorang sekretaris yang professional.
Kemampuan dan keterampilan teknis harus
mutlak dimiliki oleh seorang sekretaris untuk segala bidang ilmu. Kemampuan
berkomunikasi dan interaksi dengan pimpinan, pihak luar dan juga rekan bisnis
merupakan peranan yang sangat penting bagi seorang sekretaris, seorang
sekretaris juga harus mempunyai wawasan yang luas untuk dapat bersaing di dunia
bisnis. Pada era globalisasi ini, para eksekutif memiliki mobilitas yang
tinggi, yang tentu saja menyebabkan peran seorang sekretaris menjadi semakin
penting.
DAFTAR
PUSTAKA
Ernawati, Ursula. 2004. Pedoman Lengkap Sekretaris. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Hartiti Hendarto, M.G. dan Tulus
haryono, F.X. 2002. Menjadi Sekretaris
Profesional. Jakarta: Lembaga Manajemen PPM dan Penerbit PPM.
Ikatan Sekretaris Indonesia. 2015. Tugas
dan Tanggung Jawab Sekretaris. http://www.organisasi-isi.tk/2015/09/tugas-dan-tanggung-jawab-sekretaris.html.
[5 Mei 2016]
Keraf, Sonny. 1998. Etika Bisnis, Tuntutan dan Relevansinya. Edisi Baru. Jakarta:
Penerbit Kanisius.
Nuraeni, Nani. 2008. Panduan Menjadi Sekretaris Profesional.
Jakarta: Visi.
Saiman. 2002. Manajemen Sekretaris. Jakarta: Ghallia Indonesia.
Sedarmayanti. 1997. Tugas dan Pengembangan Sektretaris. Bandung: Mandar Maju.
Sutarto. 1992. Sekretaris dan Tatawarkat. Yogyakarta: Gajah Mada University.
Sutiyoso. 1979. Sekretaris yang Cekatan. Jakarta: Mutiara.
The Liang Gie. 1987. Ensiklopedia Administrasi. Jakarta:
Ghalia Indonesia.
Wursanto, Ig. Drs. 1987. Etika Komunikasi Kantor. Yogyakarta:
Khanesius.
Yatimah, Dorotul. 2009. Kesekretarisan Modern dan Administrasi
Perkantoran. Bandung: CV. Pustaka Setia.






1 komentar:
Mango habanero - Titanium Dab nail | Titanium Arts
› products › mangama-b › products › mangama-b You t fal titanium pan must select one of our many great micro hair trimmer products at TITanium Arts. Mango Habanero Salsa. $9.99 ($6.99/Fl oz) - $15.49 titanium max trimmer - $8.95. Add titanium hair to microtouch titanium trim walmart cart. Category:
Posting Komentar